Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.

Tuesday, April 10, 2012

SELF TALK...!


Anda pasti sering mendengar atau membaca pepatah bijak ini: "Pertama-tama kita membentuk kebiasaan, selanjutnya kebiasaan akan membentuk kita." Seperti juga yang dikatakan oleh Aristoteles, "Kebiasaan yang kita bentuk sejak masa kecil, menentukan kualitas hidup kita di masa depan."

Mengenai SELF TALK, bukan berarti kita dianggap orang gila yang suka berbicara sendiri. Dan saya pikir tidak semua orang yang suka berbicara sendiri itu orang gila loh. Dan, ada orang gila yang pendiam, namun tak semua pendiam itu adalah orang gila, hahaha...

Kembali ke laptop... Sebenarnya setiap saat kita perlu waktu untuk mencerna segala hal yang sedang kita alami. Dan, salah satu cara untuk mencernanya adalah dengan berbicara. Agar beban mental yang dipikul tidak makin menumpuk dari hari ke hari, maka setiap orang perlu menyediakan waktu di setiap harinya untuk merenung. Dalam perenungan tersebut, ada hal yang harus dibuang, dan ada hal yang harus dimasukkan ke dalam pikiran, karena pikiran tidak boleh dibiarkan dalam keadaan kosong.

Salah satu cara merenung yang paling efektif adalah berbicara. Jika berbicara ke orang lain, nah tidak semua orang selalu mampu menyediakan waktunya untuk diri kita. Kadangkala, teman pun tidak memberikan reaaksi tanggapan sesuai keinginan kita, yang mana hal seperti itu dapat menimbulkan rasa tidak enak bahkan dapat menimbulkan luka baru secara emosional. Oleh karena itu, kadang kita harus mau berjuang sendiri untuk menyembuhkan diri dari luka-luka emosional, yang mungkin kita alami selama seharian itu, sebab bisa jadi tak satu orang pun dapat memahami apa yang sedang kita rasakan.

Itulah sebabnya, mengapa kita perlu mencoba berbicara kepada diri sendiri, mengenai apa saja yang sedang kita alami di sepanjang hari itu. Inilah yang kemudian lebih populer disebut dengan SELF TALK. Jika Anda ingin melakukan SELF TALK, tidaklah perlu malu untuk menumpahkan segala beban yang mungkin Anda pikul di sepanjang hari itu. Anda bisa pergi ke tempat, dimana Anda bisa sendirian, tidak ada seorang pun yang tahu, untuk melakukan SELF TALK ini.

Setelah membicarakan tentang apa saja yang Anda alami di sepanjang hari itu, maka Anda bisa mulai melihat masalah-masalah yang ada dengan sudut pandang baru. Anda bisa mengalami kelegaan setelah Anda membicarakan semua hal yang Anda rasakan, dan ini sebenarnya merupakan sebuah proses melepaskan beban itu sendiri.

Setelah melepas beban, jangan biarkan pikiran Anda dalam keadaan kosong. Isilah pikiran dengan hal-hal positif, misalnya dengan membaca buku-buku yang inspiratif dan motivatif, atau membuka blog inspiratif dan motivatif, seperti blog saya ini, hehehe...

Jadi, tidak perlu takut dianggap sebagai orang gila, karena berbicara dengan diri sendiri, karena SELF TALK merupakan salah satu cara paling efektif untuk melepaskan beban mental aatau stress yang Anda alami. SELF TALK adalah satu bentuk komunikasi yang sebenarnya penting, namun sering kita lupakan, yaitu komunikasi yang kita lakukan dengan diri kita sendiri. Pikiran, perasaan, dan hati kita sebenarnya tidaklah pernah sepi, karena setiap saat terjadi dialog di sana. Dialog dalam rangka menanggapi segala hal yang terjadi pada diri kita dan lingkungan tempat kita berada.

Dan, bagaimana kita bisa melakukan dialog dengan diri sendiri secara positif tanpa meracuni pikiran dengan hal-hal negatif adalah poin paling penting dalam sebuah SELF TALK. Anda harus mau membiasakan diri untuk melakukan SELF TALK secara positif dan memberdayakan diri, dan pahamilah bahwa awalnya Anda yang membentuk kebiasaan, setelah itu kebiasaan yang akan membentuk Anda.

Selamat melakukan SELF TALK. Semoga diri semakin positif dan semangat menjalani kehidupan ini untuk masa depan yang lebih ceria, dan bahagia penuh syukur.


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
Twitter: @Wuryanano

Saturday, March 31, 2012

MEMBERI, Untuk KAYA


ALLAH berfirman di dalam Q.S. Al-Baqarah: 3, "...mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang KAMI anugerahkan kepada mereka." Ayat ini menunjukkan bahwa ALLAH "care" kepada orang-orang yang suka menafkahkan rezeki yang telah dianugerahkan kepada kita, untuk membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Menafkahkan, berarti mendermakan sebagian harta yang telah didapat dengan usaha, tanpa merasa takut akan kekurangan.

Jangan takut untuk memberi, karena di dalamnya adalah elemen penting untuk meraih kekayaan. Dengan memberi, hati akan kaya, dan akan dibuka banyak pintu rezeki, karena itu pertanda dari hati yang senantiasa bersyukur.

Lantas adakah hubungan memberi dengan pikiran kita? Memberi adalah bagian dari ujian bagi akal pikiran manusia. Orang yang tidak ragu memberikan sebagian hartanya, menandakan akal pikirannya lebih berkualitas dibandingkan orang yang enggan memberi. Sikap memberi itu membutuhkan suplai rasionalisasi dari pikiran, hingga mampu meyakini bahwa memberi bukanlah penyebab kekurangan, melainkan menjadi kunci pembuka pintu rezeki lainnya. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Lebih baik memberi daripada menerima. Maknanya, memberi adalah sebuah keniscayaan ketika diri mendapatkan anugerah, merasakan ada kelebihan rezeki. Memberi adalah sebuah hal yang otomatis dilakukan ketika seseorang merasakan kelebihan, dan kelebihan ini tidak terasa kualitasnya tanpa tindakan memberi.

Kita memberi bukan untuk apa-apa, melainkan karena sebuah kesuksesan menuntut adanya kompensasi sosial. Artinya, sebuah kesuksesan akan bermakna jika ditransformasikan melalui kegiatan memberi. Dan keengganan memberi, menandakan kepentingan untuk diri sendiri terlalu dominan, dan dalam waktu bersamaan, ini menandakan ada yang hilang atau memudar apa yang kita miliki dalam kehidupan.

"Kebijaksanaan mengetahui apa yang kita lakukan, Keahlian mengetahui bagaimana kita melakukannya, dan Kebaikanlah yang melakukannya."

Dengan melakukan transformasi kesuksesan melalui aktivitas memberi, berarti kita telah berbuat baik dan bersikap bijaksana pada kehidupan kita sendiri, yang pada gilirannya menimbulkan perasaan bahagia dan serba berkelimpahan. Inilah sesungguhnya sumber kekayaan kita dari aktivitas memberi kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.

Ingatlah, kebahagiaan tidak bergantung pada siapa Anda dan apa yang Anda miliki, tapi kebahagiaan bergantung sepenuhnya pada apa yang Anda pikirkan. Jika pikiran hanya bertumpu pada hasil, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan orang lain, artinya pikiran belum mampu mendorong diri menjadi pribadi yang bermakna dan penting bagi orang lain. Bukanlah hal berlebihan jika nilai diri bukan dilihat dari seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan seberapa penting dan bermanfaat diri kita bagi orang lain.

Ada hukum keseimbangan TUHAN yang tidak dapat kita tolak, yakni: "Jika kita enggan memberi, maka jangan harap semesta akan memberi kepada kita." Oleh karena itu, ketika tangan kita bergerak untuk memberi, tak usahlah berpikir "berapa" yang akan kita dapatkan kembali dari aktivits memberi itu. Percayalah. TUHAN punya banyak cara untuk memberikan yang terbaik bagi hambaNYA yang ikhlas menolong orang lain. Pada saat yang tepat, tentu TUHAN akan membalasnya dengan balasan yng berlipat ganda, bahkan dari arah yang tak pernah kita duga sebelumnya.

"Orang-orang yang suka menafkahkan hartanya di jalan ALLAH, seperti biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji, dan ALLAH melipatgandakannya bagi siapa yang dikehendaki-NYA, dan ALLAH Maha Luas (karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah: 261)

Selamat Memberi untuk Kaya Lahir maupun Batin.

Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
Twitter: @Wuryanano

Monday, October 24, 2011

Bangkitkan ENERGI JASMANI Lewat Olah Nafas


Bangkitkan ENERGI JASMANI Lewat Olah Nafas!

Bernafas adalah Langkah Pertama dan Utama untuk membentuk energi jasmaniah yang besar. Kesehatan tubuh menjadi bagian yang setaraf dengan kesehatan sel. Anda bisa hidup tanpa makan selama beberapa hari, dan tidak minum selama 48 jam. Namun Anda tidak akan bisa hidup jika tidak bernafas selama lebih dari 6 menit. Banyak orang tidak tahu cara bernafas yang sehat. Dalam bernafas, sebagian besar orang hanya menggunakan kurang dari 1/3 kemampuan paru-paru, padahal udaranya melimpah secara cuma-cuma!

Oksigen sangatlah penting guna pembentukan sel secara baik dan sehat. Kualitas hidup Anda bergantung pada kualitas sel yang ada di dalam diri Anda. Dengan demikian, memasok oksigen dalam jumlah besar ke dalam tubuh Anda, akan melahirkan energi dalam jumlah besar pula.

Di sini, saya akan menyampaikan 2 Metode Pernafasan:

PERTAMA: Pernafasan Bersih Pengosongan Udara.
*Cara pernafasan ini dapat membersihkan sel-sel darah dari segala kotoran yang dapat menyumbat alirannya.
*Lakukan caranya di bawah ini:

  • Hirup udara melalui hidung dengan hitungan sampai 4. Penuhi ruangan paru-paru Anda dengan udara.
  • Tahan udara yang masuk ke dalam tubuh Anda hingga mencapai hitungan ke 10.
  • Kosongkan udara melalui mulut Anda lewat sela-sela gigi, secara perlahan sampai mencapai hitungan ke 5.
  • Latih terus cara ini dengan menambah waktu saat menahan udara dalam tubuh lalu kosongkan udara melalui mulut, dengan hitungan setengah dari hitungan penahanan nafas. Misalnya, jika Anda menahan nafas hingga hitungan ke 12, maka Anda harus mengeluarkan nafas hingga hitungan ke 6. Jika Anda menahan nafas hingga mencapai hitungan ke 16, Anda harus mengosongkannya hinga hitungan ke 8. Setelah itu, Anda harus menambah jumlh hitungannya secara bertahap dan perlahan-lahan. Tidak ada batasan hitungannya, semuanya Anda tetapkan sendiri untuk diri sendiri.

KEDUA: Pernafasan Serap Energi Baru.
*Cara pernafasan ini untuk mendapatkan energi baru bagi tubuh Anda.
*Lakukan caranya di bawah ini:

  • Hirup udara melalui hidung hingga mencapai hitungan ke 4.
  • Keluarkan udara melalui mulut hingga hitungan ke 4. Pada saat Anda mengeluarkannya, keluarkan udara itu seperti ketika meniup memadamkan lilin.
  • Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali dalam satu waktu.


Lakukanlah latihan olah nafas seperti di atas sebanyak 2 - 3 kali sehari pada pagi, siang dan sore hari. Lakukan dengan teknik pernafasan dada, saat menarik nafas, maka dada Anda membusung, dan perut Anda mengempis. Lakukan pernafasan dengan metode di atas secara rutin, dan Anda pun akan merasakan perolehan energi yang besar, yang menjaga kesehatan Anda. (Baca juga tulisan-tulisan saya sebelumnya, di sini juga tentang olah nafas dan meditasi)

Salam Luar Biasa Prima!
WURYANANO
Twitter: @Wuryanano | @SuperMind

Friday, April 29, 2011

Berada di POSISI MANA, Anda saat ini?


Sudah merupakan hal sangat lazim, jika setiap orang selalu menginginkan kesuksesan di dalam kehidupannya.

Banyak orang tidak pernah sukses dalam hal apa pun, sebab mereka tidak pernah sekalipun mencoba; atau sekali mencoba dan gagal, kemudian berhenti mencoba. Mereka kebanyakan terlalu mudah untuk menyerah. Mereka itu takut mencoba lagi, karena takut akan gagal lagi.


Sehingga kemudian mereka berpikir, mungkin mereka harus sempurna dalam segala hal lebih dulu, baru mencoba sebuah usaha; bahkan ketika pertama kali mencoba sesuatu. Orang-orang seperti itu merasa bahwa mereka harus sempurna dulu dalam persiapan dan segala sesuatunya – baru kemudian mencoba?

Bersikap akan menjadi yang terbaik dan sempurna sebenarnya baik, jika sikap tersebut sebagai bentuk refleksi dari kontrol diri agar diri kita bisa lebih baik dan lebih maju dalam setiap usaha yang kita lakukan. Hal itu bagus saja dilakukan.

Tetapi sikap yang terlalu menjunjung tinggi kesempurnaan ini (perfectionism) akan mengakibatkan kegagalan pada diri Anda. Karena Anda jadi selalu takut untuk mulai bertindak, karena merasa persiapan Anda belum sempurna, merasa belum saatnya untuk memulai sebab belum lengkap persyaratannya – dan masih banyak lagi pikiran yang selalu mengungkap sisi kelemahan dan kekurangan Anda; masih kurang ini – kurang itulah dan lain sebagainya. Pada akhirnya Anda bahkan akan takut kepada diri Anda sendiri – pada gilirannya Anda akan diam di tempat saja, tanpa melakukan apa-apa.

Ingatlah, Anda tidak akan pernah sukses dalam bidang apapun, kalau Anda tidak memperlakukan diri Anda sebagai manusia. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi; tidak ada manusia yang bebas dari kesalahan ataupun kekurangan. "No body is perfect", ini harus Anda pahami. SEMPURNA memang hal bagus, tetapi perfectionism adalah suatu penyakit jiwa. Yang penting di sini adalah, Anda bisa belajar dari kesalahan itu; bisa menganalisa hal-hal mana yang perlu diperbaiki, kemudian bangkit lagi dengan penuh semangat baru untuk mencoba lagi.

Kalau Anda lalai untuk memulai atau berhenti sebelum Anda sampai tujuan; tidak ada seorangpun yang harus disalahkan, selain diri Anda sendiri. Tanggung jawab sepenuhnya berada pada diri Anda sendiri. Ingatlah ini: Jangan pernah berhenti mencoba! Jangan gampang menyerah. Cobalah lagi… cobalah lagi… cobalah terus. Yakinlah, bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan akan datang kemudahan. Sesudah kegagalan pasti datang keberhasilan!

Nah, berada di posisi manakah Anda saat ini? Satu hal penting dipahami adalah, berada di posisi mana pun Anda saat ini, AMBILLAH KENDALI TANGGUNG JAWAB HIDUP ANDA 100%. Yaa, Anda harus mau mengambil tanggung jawab kehidupan Anda secara mutlak, 100%. No Compromise!


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://www.swastikaprima.ac.id/

Tuesday, March 22, 2011

Aturlah PIKIRAN Anda, maka HATI Anda akan Mengikutinya


Dewasa ini banyak sekali seminar dan workshop yang mengajarkan bagaimana mengatur HATI kita. Sebenarnya bagi saya, hal itu sangat menggelikan, kok kita sebagai manusia ini diajarkan mengatur HATI, me-manage qolbu, melatih keikhlasan... namun justru menganggap remeh PIKIRAN, bahkan ada yang menganjurkan JANGAN PAKAI PIKIRAN... Tapi PAKAILAH HATI NURANI.. hehehe. Ini sangatlah bertolak belakang dengan FIRMAN-FIRMAN ALLAH SWT.

Saya coba menyuplikkan beberapa ayat suci dari Al-Qur’an, semata-mata sebagai pengingat bagi kita semua, khususnya bagi diri saya, bahwa persoalan HATI…hanya ALLAH SWT sajalah yang memiliki kewenangan. Kita sebagai manusia, hanya diminta berpikir dan mau menggunakan pikiran kita untuk semakin meningkatkan kadar keimanan kita setiap saat, dan mampu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa kepada ALLAH SWT.


“Sungguh, ALLAH mengetahui (segala) yang gaib di langit dan di bumi. Sungguh, DIA mengetahui (segala) yang ada di hati (manusia)”. (Q.S. Fatir: 35 : 38)


“IA tahu segala yang di langit dan di bumi. IA tahu segala yang kamu sembunyikan, dan segala yang kamu nyatakan. ALLAH tahu benar isi hati sanubari”. (Q.S. At-Tagabun: 64 : 4)


“Apakah kamu rahasiakan, atau kamu nyatakan perkataanmu. Sungguh, IA tahu rahasia hati sanubarimu!” (Q.S. Al-Mulk: 67 : 13)


“Katakanlah, apakah kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu. Ataukah kamu nyatakan. ALLAH mengetahuinya”. (Q.S. Ali ‘Imran: 3 : 29)


“Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui. Apa yang tersembunyi dalam hatinya. Dan apa yang mereka lahirkan”. (Q.S. An-Naml: 27 : 74)


“Tuhanmu mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hatinya. Dan apa yang mereka nyatakan”. (Q.S. Al-Qasas: 28 : 69)


“Hai orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan kepercayaan orang dari luar lingkunganmu. Mereka selalu menimbulkan kemudaratan bagi kamu. Mereka inginkan kesusahan kamu. Telah jelas kebencian melalui mulutnya. Dan apa yang tersembunyi dalam hatinya, lebih buruk lagi. Sungguh, telah kami terangkan ayat-ayat kepadamu, sekiranya kamu menggunakan pikiran!” (Q.S. Ali ‘Imran: 3 : 118)


Semoga dapat menambah bahan PEMIKIRAN kita semua, khususnya bagi diri saya sendiri.


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://www.swastikaprima.ac.id/

Monday, March 7, 2011

Bangkitkan INTERNAL MOTIVASI untuk SUKSES Ujian Nasional


Pada Minggu, 6 Maret 2011, pukul 09:00 WIB bertempat di Ruang Lebah Biru (Balairung Room) PT. TELKOM INDONESIA, Jl. Ketintang 156 Surabaya, SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus kembali menggelar Seminar Motivasi dengan topik SUKSES Ujian Nasional (UNAS) Nilai Tinggi untuk pelajar SMA, SMK, MA beserta orang tuanya. Seminar yang diselenggarakan secara GRATIS ini dihadiri oleh 350 orang pelajar beserta orang tuanya, sehingga total ada 700 orang hadir memenuhi ruang seminar.

Di setiap tahun, sejak 2002, SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus selalu menggelar Seminar Motivasi yang pada intinya adalah untuk memacu semangat belajar para siswa-siswi SMA, SMK, dan MA, khususnya yang berada di wilayah Gerbangkertosusila.

Masih adanya kekhawatiran dari siswa-siswi dan orang tuanya terhadap UNAS inilah yang menjadi tema di seminar interaktif SWASTIKA PRIMA - TELKOM INDONESIA. Sejauh ini, perasaan khawatir banyak dialami para siswa termasuk para orangtuanya, yang ibaratnya sudah kalah sebelum perang dalam menghadapi UNAS. Oleh karena itu dalam seminar ini selain para siswa, juga para orangtuanyapun diwajibkan ikut hadir.




Sebagai Pembicara Seminar adalah Mr. WURYANANO, seorang Entrepreneur, President Director PT. SWASTIKA PRIMA INTERNATIONAL dan Director SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus, Hypnotherapist, Master NLP Practitioner, Mindset Navigator, dan Bestselling Books Author. Pembicara berikutnya adalah Ms. CHRISTINE WU, seorang Genius Marketer, Motivator Prestasi, Perempuan Inspiratif, dan Public Relations Director SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus.




Materi di seminar ini bertujuan untuk mengubah hal-hal yang mengkhawatirkan menjadi hal yang sangat membahagiakan, penuh semangat menggairahkan. Materi seminar memang ditujukan untuk membentuk mindset atau pola pikir dan pola emosi yang tepat, sehingga dengan demikian para peserta bisa mengelola pikiran dan emosinya untuk tujuan yang lebih memberdayakan potensi dirinya.

Untuk para siswa, maka mereka bisa menjadi efektif mengelola waktu belajarnya, dan lebih bersemangat dalam belajar, sehingga pada saat menghadapi UNAS, maka mereka ini akan bisa dengan rileks mengerjakan soal-soal UNAS secara tepat. Buat para orang tuanya, mereka ini akan menjadi lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anak-anaknya, tidak lagi memaksakan kehendaknya, dan lebih bisa memahami gejolak emosi anak-anaknya. Sehingga dengan demikian, para orang tua akan menjadi motivator anak-anaknya dalam menghadapi UNAS.




Seminar Motivasi ini merupakan agenda rutin tahunan, yang digelar GRATIS, dalam rangka program CSR sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, persembahan dari PT. SWASTIKA PRIMA INTERNATIONAL yang menaungi SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus dan PT. TELKOM INDONESIA.

Bahkan SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus, selalu memberikan BEASISWA PENUH untuk sebanyak 50% dari total seluruh mahasiswa per angkatan masuk atau saat ini sejumlah 150 orang, siswa-siswi berprestasi di sekolahnya, yang secara ekonomi mereka ini memang tidak mampu untuk melanjutkan kuliah. Mereka ini memperoleh beasiswa penuh yang bernilai lebih dari Rp.21 juta per orang, dan berhak untuk menempuh pendidikan secara GRATIS selama 2 tahun di SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus. Program beasiswa lainnya adalah BEASISWA SUBSIDI KHUSUS sebesar 50% dari total biaya selama menempuh pendidikan, dan BEASISWA JALUR PRESTASI sebesar 25% dari total biaya pendidikan di SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus.




InsyaAllah, duet SWASTIKA PRIMA - TELKOM INDONESIA, yang berlangsung sejak tahun 2002 ini senantiasa terjalin semakin erat, kuat, dan makin memberikan makna pemberdayaan masyarakat melalui bidang pendidikan yang berkelanjutan.




MARI MEMBANGUN BANGSA LEWAT PROGRAM PENDIDIKAN BERMUTU DAN BERKELANJUTAN.


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://www.swastikaprima.ac.id/

Thursday, March 3, 2011

Menjalin HUBUNGAN Tanpa Rasa KEHAMPAAN


Cukup banyak orang bertanya ke saya tentang bagaimana caranya untuk memulai suatu hubungan pertemanan dengan orang lain yang belum pernah dikenal sebelumnya. Rata-rata mereka ini hanya punya teman dari kalangan terdekat saja, misalnya: teman bermain sejak masa anak-anak, teman sekolah satu kelas, para kerabat dari keluarganya, dan tetangga dekatnya. Bahkan mereka ini tidak punya nyali untuk ikut bergabung ke dalam suatu perkumpulan hobi atau profesi.

Akhirnya saya memberikan saran masukan yang sebaiknya mereka pahami dan coba melakukannya. Untuk dapat berteman dengan orang lain, Anda HARUS AKTIF atau memegang INISIATIF lebih dulu. Anda tidak boleh hanya bersikap pasif dan berharap orang lain yang mencari Anda. Anda yang harus bergerak mencari mereka.


Yaa, memang ada diantara mereka yang tidak tertarik atau tidak memperlihatkan minat untuk berteman. Anda memang harus bersiap-siap untuk menerima penolakan. Tetapi tentu saja, Anda pasti akan menemukan orang-orang yang memang senang jika Anda BERINISIATIF memulai pembicaraan lebih dahulu. Memang rasanya agak berat memulai berkenalan dengan mereka. Mereka hanya akan merespons Anda jika mereka merasa tertarik. Dan, yang lebih sering terjadi adalah, MEREKA akan memberikan RESPONS.


Untuk memulai suatu hubungan dengan orang lain, seperti telah kita singgung, MEMBUTUHKAN sedikit KEBERANIAN. Namun, kita perlu melihat kembali pengamatan yang dibuat sekitar 500 tahun yang lalu oleh seorang Belanda, bernama Desiderius Erasmus. Ia mengatakan, "Keberuntungan datang kepada orang yang berani mencoba."


SATU HAL PENTING untuk Anda pahami. Dalam menjalin hubungan yang bermakna secara signifikan, baik itu hubungan dengan teman-teman, terlebih lagi hubungan dalam keluarga, TIDAK ADA TEMPAT untuk menggunakan KEKUASAAN dengan tidak semestinya.



Jika Anda telah menerapkan gaya otoritarian dalam hubungan-hubungan pribadi Anda, yaitu gaya yang dicirikan oleh kecenderungan untuk mengontrol secara berlebihan, maka pikirkanlah secara matang apa yang tengah Anda lakukan. Anda mungkin mendapatkan apa yang Anda inginkan dalam jangka pendeknya.



Namun dalam jangka panjang Anda akan membayar harganya atau menanggung risikonya. Dan harga itu adalah perasaan KESEPIAN yang semakin mendalam. Sadarilah KEHAMPAAN yang akan Anda peroleh, jika Anda menggunakan kekuasaan untuk suatu hubungan.



Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://www.swastikaprima.ac.id/

Sunday, February 27, 2011

Resiko Besar Bisnis yang Harus Anda Pahami


Istilah dalam dunia bisnis, Cash is the King atau Uang Tunai adalah Raja, sungguh tidak dapat disangkal, sebuah kebenaran yang nyaris mutlak, tapi sering terabaikan. Banyak pengusaha terlambat mengingat pentingnya memiliki Kas atau Uang Tunai yang cukup untuk masa sulit dalam perjalanan bisnisnya.

"Nomor SATU alasan mengapa Bisnis Gagal karena Pengusaha Kehabisan Uang Tunai!" Ini sangat penting untuk selalu Anda ingat dan pahami dalam menjalankan roda bisnis Anda.

Resesi ekonomi yang selalu saja hadir di dalam dunia bisnis, sesungguhnya telah mengingatkan kita bahwa apa yang bisa terjadi dalam bisnis sering tidak terduga, dan kemungkinan terjadinya adalah ketika Anda tidak menduganya sama sekali. Hal seperti ini sudah pernah saya alami pada saat krisis moneter nasional yang lebih dikenal dengan sebutan KrisMon di negeri ini pada tahun 1997 – 1998, yang mengakibatkan kerugian besar senilai milyaran rupiah dalam lingkup bisnis saya. Krisis berikutnya yang juga sempat berpengaruh pada bisnis saya, meskipun pengaruhnya kecil adalah pada tahun 2008.

Berdasarkan pengalaman merugi hingga milyaran rupiah, maka saya berpikir bahwa cara untuk mengantisipasi dan mengelola risiko bisnis, bukan hanya melihat laporan-laporan dalam hitungan minggu ini atau bulan ini, tetapi juga mengantisipasi potensi kondisi buruk apapun yang akan terjadi, untuk satu, tiga atau bahkan lima tahun dari sekarang.

Sebagai Barometer Resiko, maka saya harus membangunnya dalam rencana bisnis sehari-hari, seperti penilaian arus kas triwulan, bulanan dan mingguan. Sebagai Pengusaha, saya perlu selalu terhubung ke arus kas bisnis, sehingga jika terjadi hal-hal yang penting dan mendesak untuk secepatnya diambil suatu keputusan, maka saya bisa segera membuat perubahan.

Senantiasa memperhatikan secara lebih dekat namun meluas dan menyeluruh pada bisnis adalah penting, karena untuk melihat kondisi perekonomian secara keseluruhan, termasuk dari suku bunga, inflasi dan seberapa besar pengangguran, yang mana hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap nilai-nilai konsumen dan mata uang. Pengetahuan ini akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat tentang bagaimana bereaksi terhadap suatu perubahan dan pergeseran yang terjadi dalam dunia bisnis, untuk kemudian mengatur ulang strategi bisnis.

Berikut adalah Enam Risiko tambahan yang dapat mengancam perusahaan Anda dan beberapa Resep singkat untuk mengatasinya. Saya sekedar berbagi pengalaman saja, sama sekali bukan bermaksud menggurui Anda.


1. Salah Kaprah Tentang Pelayanan Pelanggan Anda.

Pengusaha sering begitu terfokus pada pelayanan klien yang sudah ada atau berusaha selalu memenuhi setiap pesanan pelanggan, sehingga berakibat mereka tidak menyadari bahwa bisnisnya mulai melambat. Sebenarnya memang harus begitulah sikap kepada para pelanggan, namun hendaknya juga melihat hal-hal lainnya yang sekiranya bisa berpengaruh pada jalan bisnis. Jika pengusaha sampai melupakan pengaruh dari sisi selain pelanggan, maka jika bisnisnya mulai melambat, mereka lambat juga menyadarinya, sehingga akibatnya mereka gagal menjaga nama baik "track record" bisnisnya.

Resep: Jika bisnis mulai melambat, segeralah bereaksi. Potong biaya yang tidak sangat penting, sehingga Anda tidak menghabiskan lebih banyak dibandingkan Kas masuk. Pergeseran strategi pemasaran dapat membantu, seperti memperluas lini produk Anda atau menyesuaikan harga Anda. Dalam kondisi perekonomian seperti ini, Anda tidak bisa hanya mengharapkan jalan keluar dari masalah secara sekenanya saja.



2. Keliru Mengelola Kas atau Uang Tunai.

CEO sering mendelegasikan analisis neraca kepada mereka, CFO atau akuntan dari luar perusahaan. Tapi sebagai pengusaha, pemahaman arus kas perusahaan Anda tetaplah sangat penting untuk melihat kesehatan finansial perusahaan secara keseluruhan. Terlalu banyak CEO melepaskan tanggung jawabnya pada arus kas, dan hanya mencari tahu jika ada masalah arus kas yang kacau.

Resep: Menetapkan target dan rentang untuk margin kotor dan bersih. Apakah itu mingguan, bulanan atau kuartalan, dan secara berkalau me-review keuangan Anda untuk menentukan apakah margin Anda tetap berada di jalur yang benar.



3. Antisipasi Risiko dari Vendor atau Pemasok Anda.

Sama bahayanya seperti memiliki hanya segelintir pelanggan, demikian juga jika Anda hanya memiliki sedikit vendor atau pemasok, karena mereka bisa seenaknya memutuskan untuk menaikkan harga sehingga akan membunuh keuntungan Anda. Jangan pernah membiarkan sumber resiko terbesar bisnis Anda berasal dari vendor atau pemasok yang jumlahnya hanya satu atau dua vendor atau pemasok, karena tingkat ketergantungan akan menempatkan bisnis Anda pada kondisi sangat beresiko.

Resep: Carilah banyak vendor atau pemasok bisnis Anda. Bahkan jika Anda tidak ingin menggunakan banyak vendor atau pemasok, setidaknya Anda sudah mengidentifikasi sumber-sumber alternatif dan mengetahui persyaratan dan harga dari banyak vemdor atau pemasok. Jika hanya ada satu vendor atau pemasok untuk bisnis yang Anda lakukan, maka carilah perusahaan vendor atau pemasok lainnya, yang Anda bisa bermitra dengannya untuk menawarkan layanan pelengkap bagi klien Anda.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan IT yang menjual jasa manajemen desktop untuk klien korporasi biasanya bekerja sama dengan penyedia perangkat lunak. Perusahaan tersebut dapat mempertimbangkan menjual lebih banyak layanan, seperti perlindungan virus, perlindungan browsing Web keamanan atau manajemen bandwidth, untuk pelanggan yang sama. Dan, perangkat lunak yang digunakan untuk menyediakan layanan-layanan lainnya bisa datang dari vendor atau pemasok lainnya lagi.


4. Catatan Rekening Anda bisa saja Menipu.

Apa yang lebih buruk daripada tidak mendapatkan penjualan? Jawabannya adalah "Membuat penjualan dan tidak dibayar!" Hampir setiap bisnis memiliki tagihan, dan mereka tidak dapat mengumpulkan uang masuk dari penjualan, atau pelanggan Anda secara konsisten menunggak. Oleh karena itu, Anda perlu memahami soal piutang bisnis Anda dan rekening Anda yang sebenarnya telah "nakal dan menipu" Anda.

Resep: Monitor terus kesehatan finansial pelanggan Anda. Menelepon pelanggan Anda segera setelah mengetahui bahwa pembayarannya terlambat. Mengatur cara praktis untuk mengetahui pelanggan nakal , termasuk secara cermat mengirimkan tagihan piutang Anda. Buat pedoman garis piutang yang meragukan dalam buku besar umum Anda sehingga Anda dapat memahami dan cepat memikirkan untuk bertindak, apa yang seharusnya Anda lakukan.


5. Risiko Kredit Usaha.

Rasa sakit dari krisis kredit masih saja berlanjut. Bunga kredit usaha yang berkisar 12 – 13% per tahun tentunya masih cukup berat bagi dunia usaha dalam menjalankan roda ekonominya, apalagi jika 100% bisnis Anda masih bergantung pada kredit usaha.

Resep: Pahamilah sebuah neraca murni.
Jangan hanya karena Anda diberi kredit, bahkan ada tambahan “cashback” bukan berarti Anda harus bangga apalagi sampai lalai bahwa itu sebenarnya masuk di perhitungan Hutang Anda, yang pada waktunya harus dibayar lunas. Lebih bijak jika Anda menyesuaikan kemampuan kongkrit bisnis Anda terhadap besaran kredit yang harus Anda tanggung. Dan kredit usaha harus 100% dipakai untuk mengembangkan usaha bisnis Anda.



6. Risiko Hukum.

Menjadi yang digugat akibat data yang keliru, produk yang rusak atau kondisi kerja yang berbahaya adalah kemungkinan yang nyata dari pelanggaran yang bisa terjadi pada bisnis Anda.

Resep: Menetapkan standar operational prosedure dan protokol untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis Anda adalah langkah antisipasi yang bisa menjaga dan memperkecil terjadinya pelanggaran akibat kekeliruan manusia. Jika memungkinkan dengan teknologi, maka menggunakan proses multilevel verifikasi dengan perangkat lunak yang disesuaikan dengan kebutuhan, tentunya akan lebih membuat bisnis Anda terhindar dari kekeliruan yang berakibat pada resiko hukum yang berlaku.


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://www.swastikaprima.ac.id/

Saturday, February 19, 2011

Meraih IMPIAN dengan GAIRAH Hidup Membara


Pertama-tama, saya harus mengatakan bahwa saya bukanlah guru dan tidak bermaksud untuk menggurui siapa pun, dan saya pun belum jadi super milyarder atau seorang trilyuner, serta saya juga belum pernah ditampilkan sebagai bagian dari orang terkaya di negeri ini. Saya hanya sekedar ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan Anda.

Dalam banyak hal, saya mungkin seperti Anda. Saya punya mimpi luar biasa prima dan hasrat besar untuk mencapainya. Saya ingin memiliki kebebasan untuk menjalani hidup saya secara benar dengan nilai-nilai yang saya pegang sesuai hati nurani saya. Dan saya percaya bahwa saya bisa berhasil mencapai impian itu, yang paling penting adalah KEBEBASAN menjalani kehidupan penuh kebahagiaan tanpa pernah tertekan oleh keadaan apa pun. Itulah impian saya yang mau saya raih dengan penuh gairah membara, dan mungkin juga impian Anda.

Namun satu hal perlu saya katakan kepada Anda, banyak orang gagal dalam meraih impiannya akibat kurang atau tidak adanya gairah hidup dalam upaya meraihnya.

"Apakah Anda tahu bagaimana memulai dan menjalani kehidupan Anda dengan penuh gairah?"

Saya sebenarnya yakin, bahwa setiap orang lebih dari siap untuk mengikuti gairah hidupnya masing-masing. Saya tahu bahwa setiap hari Anda sebenarnya bergerak ke arah tujuan impian Anda. Dan, saya juga yakin, Anda tahu bahwa Anda cukup baik untuk mendapatkannya dan Anda pantas mendapatkannya, seperti halnya orang lain yang telah mendapatkan impiannya.

Namun sebagian besar dari kita merasa bahwa mereka sulit untuk memperoleh gairah hidupnya, sehingga mereka ini menjalani kehidupannya nyaris tanpa gairah, dan hal ini bisa berpotensi menyebabkan stres bahkan depresi, jika tidak segera disadari dan ditangani.

Saya mau tunjukkan kepada Anda, bahwa ada SATU cara pasti untuk mengatasi hilangnya gairah hidup, yaitu: menghilangkan keyakinan yang mungkin memperlambat Anda untuk memperoleh gairah hidup ini.

Sebagian besar orang, menurut saya memiliki kendala dalam meraih gairah hidupnya dalam empat hal keyakinan utama, seperti di bawah ini:


  • Kurangnya Dorongan dan Dukungan
  • Kurangnya Sumber Daya Keuangan
  • Kurangnya Waktu
  • Kurangnya Pengetahuan
  • Kurangnya Kepercayaan


Keyakinan-keyakinan seperti saya sebutkan itulah yang semestinya dibuang, dihilangkan karena bisa memperlambat bahkan menghambat Anda dalam memperoleh gairah hidup Anda.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis saya, saya menyadari bahwa kunci kemajuan pesat saya hanyalah bahwa saya telah dikelilingi oleh orang-orang sukses dalam bisnisnya. Dengan demikian, secara sadar dan tidak sadar, saya telah belajar tentang "apa yang berhasil dan apa yang tidak", sehingga akan lebih mempercepat saya dalam meraih impian, dibandingkan jika saya sendiri melakukan trial and error dalam prosesnya.

Oleh karena itu, bagi Anda yang menginginkan perubahan lebih baik dan lebih cepat dalam bisnis, maka Anda harus membuat pergaulan Anda dengan mereka yang sudah berhasil sebagai pengusaha. Menurut hemat saya, tentunya mereka ini memiliki hal-hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada mentor Anda dalam bisnis.

Ya, seorang yang sudah menjadi pengusaha pasti memiliki hal-hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada mentor bisnis Anda yang belum pernah memiliki bisnis sendiri. Cerita saya ini hanyalah sebuah contoh tentang bagaimana saya memperoleh gairah hidup secara terus menerus, yang pada akhirnya gairah hidup ini sangat meresap ke dalam pikiran bawah sadar saya, sehingga untuk selanjutnya pikiran bawah sadar saya inilah yang selalu mengarahkan saya dalam menjalani kehidupan dengan penuh gairah, apa pun kondisi yang terjadi di luar diri saya.

Seandainya Anda bukan seorang pebisnis, maka Anda pun bisa melakukan hal serupa, yang pada intinya adalah membuat lingkaran pergaulan Anda itu bersama orang-orang yang memiliki gairah hidup yang luar biasa prima! Oleh karena itu, selalu pilihlah teman-teman Anda, pilihlah mereka yang punya rasa optimisme tinggi, selalu bergairah dalam kesehariannya, selalu ceria, punya sense of humor, dan jarang sekali menggerutu mengeluhkan keadaannya (kalau kadang-kadang mengeluh sih itu masih bisa diterima). Carilah mentor gairah hidup Anda dari orang-orang yang selalu bergairah dalam menjalani kehidupannya.

Percayalah, jika gairah hidup Anda sudah sedemikian membara di setiap harinya, maka untuk meraih impian Anda, apa pun impian Anda, itu sangatlah mudah. InsyaAllah, ALLAH SWT bersama dengan orang-orang yang selalu bergairah dalam menjalani kehidupan di setiap harinya, dan DIA Maha Mengetahui segala sesuatu.


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://www.wuryanano.com/

Wednesday, February 16, 2011

ABU NAWAS dan Pesta YAHUDI


Suatu hari Abu Nawas singgah di rumah kenalannya, seorang Yahudi. Di sana sedang berlangsung permainan musik. Banyak yang menonton, sehingga suasananya meriah. Semua tamu terlibat dalam permainan musik, termasuk Abu Nawas yang baru saja masuk. Ada yang main kecapi, ada yang menari-nari, semuanya bersuka ria. Demikian asyiknya permainan itu, sampai menguras tenaga karena berlangsung cukup lama.

Ketika para tamu sudah kehausan, tuan rumah mengedarkan minuman kopi. Masing-masing tamu mendapat secangkir kopi. Saat Abu Nawas hendak meminum kopi itu, tiba-tiba dia ditampar oleh si Yahudi. Namun karena larut dalam kegembiraan, hal itu tidak dia hiraukan, dan diangkatnya lagi cangkir kopinya, tapi lagi-lagi dia ditampar si Yahudi. Tamparan yang diterima Abu Nawas malam itu cukup banyak sampai acara selesai sekitar pukul dua dini hari.

Di jalan pulang, terpikir oleh Abu Nawas, "Jahat benar perangai Yahudi itu, main tampar aja. Minumnya seperti binatang. Kelakuan seperti itu tidak boleh dibiarkan berlangsung di Bagdad. Namun apa dayaku hendak melarangnya?" Tiba-tiba Abu Nawas menemukan satu akal.

Esok harinya Abu Nawas menghadap Khalifah Harun Al-Rasyid di Istana. "Tuanku, ternyata di negeri Tuan ini ada suatu permainan yang belum pernah hamba kenal, sangat aneh."

"Di mana tempatnya?" tanya Baginda Khalifah.

"Di tepi hutan sana."

"Mari kita lihat," ajak Baginda.

"Baik Tuanku," kata Abu Nawas.

"Nanti malam kita pergi berdua saja, dan Tuanku memakai pakaian santri."

"Tetapi ingat," kata Baginda. "Kamu jangan mempermainkan aku seperti dulu lagi."

Setelah shalat Isya', berangkatlah Baginda ditemani Abu Nawas menuju ke rumah Yahudi itu. Ketika sampai di sana, kebetulan si Yahudi sedang bermain musik bersama teman-temannya, dan Baginda pun dipersilakan duduk. Saat diminta menari, Baginda menolak sehingga ia dipaksa dan ditampar pipinya kiri-kanan.

Sampai di situ Baginda baru sadar, ia telah dipermainkan oleh Abu Nawas. Tetapi apa daya, ia tidak mampu melawan orang sebanyak itu. Maka menarilah Baginda sampai peluh membasahi badannya yang subur itu. Setelah itu barulah diedarkan kopi kepada semua tamu. Melihat hal itu, Abu Nawas segera keluar dari ruangan dengan alasan akan kencing, padahal dia langsung pulang.

"Biar Baginda merasakan sendiri peristiwa itu, karena salahnya sendiri tidak pernah mengetahui keadaan rakyatnya, dan hanya percaya kepada laporan para menteri," pikir Abu Nawas.

Tatkala hendak mengangkat cangkir kopi ke mulutnya, Baginda ditampar oleh Yahudi itu. Ketika ia hendak mengangkat cangkir kopinya, ia pun kena tampar lagi. Baginda diam saja. Kemudian dilihatnya si Yahudi itu minum seperti binatang, menghirup sambil ketawa-ketawa.

"Apa boleh buat," pikir Baginda. "Aku seorang diri, dan tak mungkin melawan Yahudi sebanyak itu." Larut malam Baginda pulang ke Istana, berjalan kaki seorang diri dengan perasaan hati yang amat dongkol. Ia merasa dipermainkan oleh Abu Nawas, dan dipermalukan di depan orang banyak. "Alangkah kasihan diriku," gumamnya.

Pagi harinya, begitu bangun tidur, Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan seorang pelayan Istana untuk memanggil Abu Nawas.

"Hai Abu Nawas, baik sekali perbuatanmu tadi malam. Terima kasih aku telah kamu masukkan ke rumah Yahudi itu, dan kamu tinggalkan aku seorang diri, sementara itu aku dipermalukan seperti itu," kata Baginda gusar.

"Mohon ampun Baginda," jawab Abu Nawas. "Malam sebelumnya, hamba telah mendapat perlakuan yang sama seperti itu. Apabila hal itu hamba laporkan secara jujur, PASTI Baginda tidak akan percaya. Maka hamba bawa Baginda ke sana, agar mengetahui dengan mata kepala sendiri, perilaku rakyat Tuanku, yang tidak senonoh seperti itu."

Baginda tidak dapat membantah ucapan Abu Nawas. Kemudian, disuruhnya beberapa pengawal Istana memanggil si Yahudi itu.

"Hai Yahudi, apa sebab kamu menampar aku tadi malam?!!" Baginda bertanya dengan sengit. "Dari mana kamu memperoleh cara minum seperti binatang?!!"

"Ya Tuanku..." jawab Yahudi. "Sesungguhnya hamba tidak tahu Tuanku. Jika sekiranya hamba tahu bahwa yang datang itu Tuanku, mana mungkin hamba berbuat seperti itu? Sebab itu, hamba mohon ampun yang sebesar-besarnya."

"Sekarang terimalah pembalasanku!" kata Baginda. Yahudi itu akhirnya dimasukkan ke dalam penjara untuk waktu yang lama sekali. Dan sejak itu, diharamkan orang bermain serta minum seperti binatang. Mereka yang melanggar larangan itu, pasti dihukum berat.


NOTE:

Mungkin sebagian inti kisahnya bisa sebagai sindiran analogi kehidupan berbangsa dan bertanah air di negeri kita tercinta ini... hehehe, untuk selalu semangat terus berusaha memperbaiki kualitas Indonesia Raya... Merdeka... Merdeka... Hiduplah Indonesia Raya...


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://www.wuryanano.com/

Monday, February 14, 2011

Memahami Makna SUKSES



Apakah SUKSES itu?


Definisi Sukses
(menurut saya) : memperoleh apa yang diinginkan, dapat mempertahankan apa yang dimiliki, mengalami peningkatan apa yang dicapai, selalu bersyukur, dan memberikan manfaat buat sesama.

  • Sukses Itu Produktif : apa yang diproduksi dan bagaimana memproduksinya?

  • Sukses Itu Usaha : apa yang diusahakan? Dan bagaimana mengusahakannya?

  • Sukses Itu Hasil : apa yang dihasilkan? Harta, Tahta, Kata dan Cinta?


Manusia Sukses, adalah Manusia Produktif, selalu bersyukur, dan mengusahakan untuk mendapatkan tanda-tandanya, yaitu: Harta, Tahta, Kata, dan Cinta.


Salam Luar Biasa Prima!


Wuryanano